fbpx

Pasca Mukernas, PP KAMMI Luncurkan Badan Wakaf Muslim Negarawan

Pasca Mukernas, PP KAMMI Luncurkan Badan Wakaf Muslim Negarawan

Jakarta – Bertepatan dengan bulan Agustus HUT RI ke-75 Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI), meluncurkan Badan Wakaf Muslim Negarawan, Momentum launching secara resmi lembaga wakaf itu dilakukan saat Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PP KAMMI via Online pada 18-23 Agustus 2020 dengan tema “ Selamatkan Cita-cita Kemerdekaan Indonesia”.

Launching Badan Wakaf Muslim Negarawan menjadi Badan Khusus KAMMI merupakan ikhtiar PP KAMMI dalam membantu mengoptimalkan Wakaf sebagai bagian penting dalam spirit kader KAMMI serta umat islam secara umum.

PJS Ketua Umum PP KAMMI, Susanto Triyogo menuturkan pentingnya peran KAMMI dalam berkontribusi terhadap perkembangan wakaf di Indonesia. Isu ekonomi syariah di Tanah Air merupakan isu strategis dalam akselerasi gerakan wakaf yang sedang hangat saat ini.

“ Giatnya pengembangan ekonomi syariah saat ini, membuat perlunya KAMMI ikut andil dan mewarnai tata kelola dan pengembangan Wakaf di negeri ini. Solusi ekonomi yang berkesinambungan dan berkelanjutan adalah salah satunya adalah melalui wakaf.” Ujarnya di Kantor PP KAMMI jalan Cikoko Barat 4 Pancoran, Sabtu (29/8/2020) pagi.

Fadly Idris yang didapuk sebagai Direktur Utama Badan Wakaf Muslim Negarawan menjelaskan Banyak hal yang bisa dimanfaatkan dari wakaf, termasuk dalam pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, baik dari segi sumber daya manusia maupun perekonomian, apalagi jika peran dan kontribusi itu dilakukan oleh pemuda ataupun mahasiswa.

“ Kehadiran Badan Wakaf Muslim Negarawan merupakan upaya oleh seluruh Kader dan Pengurus KAMMI dalam upaya menggalang potensi bangsa dan menggerakan kekuatan mengatasi problematika di Indonesia sebagai instrument ekonomi dalam mengatasi permasalahan kemiskinan dan kesenjangan social di Indonesia,” pungkasnya.

Berdasarkan data terbaru Departemen Agama Republik Indonesia, jumlah tanah wakaf di Indonesia mencapai 268.653,67 hektar. Hal ini juga selaras dengan potensi wakaf tunai yang dirilis oleh Badan Wakaf Indonesia yang mencapai 180 triliun. Kehadiran wakaf inilah kemudian sebagai salah satu instrumen ekonomi yang memiliki peran strategis atas permasalahan kemiskinan di Indonesia.

Leave a Reply

Close Menu