fbpx

Gelar Diskusi Publik bersama Caleg Perempuan DPR RI, KAMMI : Aleg Perempuan Harus Berkualitas

Gelar Diskusi Publik bersama Caleg Perempuan DPR RI, KAMMI : Aleg Perempuan Harus Berkualitas

JAKARTA (01/04) – Bidang Perempuan Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (BP PP KAMMI) menggelar Diskusi Publik bersama Caleg Perempuan Muda untuk DPR RI 2019 di WarunKomando Tebet dengan tema Perempuan dan Parlemen. Diskusi ini menghadirkan Puteri Komarudin, caleg DPR RI dari Partai Golkar dan Atikah Shalihat caleg DPR RI dari PKS. Di samping itu turut menjadi narasumber diskusi Reviana Revitasari, Ketua Pengurus Pusat KAMMI Bidang Perempuan. Diskusi ini dihadiri oleh peserta dari mahasiswa, guru, dosen hingga ibu rumah tangga.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk upaya edukasi dan reframing yang dilakukan oleh BP PP KAMMI untuk perempuan khususnya dan rakyat Indonesia umumnya. Hal ini berkaitan dengan pentingnya kehadiran dan peran aktif perempuan dalam badan legislatif sebagai perpanjangan tangan masyarakat di parlemen. Dalam diskusi disampaikan bahwa sejak pemilu pertama hingga pemilu 2014 lalu, kuota 30% untuk perempuan tetap saja belum terpenuhi. Ditambah lagi masih kurang terlihatnya signifikansi dari kehadiran perempuan pada forum wakil rakyat. Hal itu terbukti dengan masih kurangnya program-program pemerintah yang tepat sasaran, khususnya untuk perempuan dan anak. Sementara itu kasus permasalahan perempuan dan anak makin merebak hingga dewasa ini. Isu budgeting yang masih lebih banyak dialokasikan untuk program kuratif dibanding preventif juga menjadi salah satu sorotan pada diskusi kali ini.

“Saya ingin bergabung dengan Komisi XI DPR RI untuk benar-benar fokus pada masalah ekonomi yang dihadapi perempuan khususnya dan masyarakat umumnya. Hal itu menjadi keluhan mayoritas warga yang saya jumpai saat turun ke dapil,” tegas Puteri yang juga berkomitmen akan membuat rekrutmen terbuka dan profesional untuk para staf ahlinya jika terpilih nanti. Perekrutan staf ahli profesional bagi Puteri supaya benar-benar dapat membantunya dalam menjalankan fungsi sebagai aleg sebagaimana mestinya. Selain itu, ia akan menggiatkan kembali program aleg turun ke masyarakat untuk terus menyerap aspirasi rakyat.

Masalah perekonomian juga diaminkan oleh Atikah yang bertekad akan menyerahkan seluruh gajinya kelak sebagai aleg untuk program-program kemaslahatan masyarakat dan berniat untuk masuk ke komisi XI juga seperti Puteri.

“Sesuai background keilmuan saya, saya akan memperjuangkan perempuan dan masyarakat Indonesia umumnya dalam hal perbaikan ekonomi. Supaya masyarakat makin mandiri dan produktif, serta tidak lagi terjebak pada pinjaman-pinjaman yang menyengsarakan dan membahayakan, seperti pinjaman online yang sedang mewabah belakangan ini,” ungkap Atikah yang juga berencana akan semakin mengaktifkan program-program yang lansung bersinggungan dengan perempuan seperti Posyandu, menguatkan peran Puskesmas dan sebagainya.

Sementara itu, Revi juga menambahkan bahwasanya kemiskinan memang menjadi pangkal mula munculnya kerentanan, kesenjangan, dan permasalahan yang ada. Namun, tidak hanya kemiskinan harta (ekonomi), namun juga kemiskinan informasi atau akses informasi, edukasi (pendidikan), jiwa (mental dan spiritual), dan berbagai bentuk kemiskinan lainnya yang juga harus menjadi perhatian khusus para aleg nantinya.

“Permasalahan perempuan tidak bisa dipandang sebelah mata, karena ia akan berdampak tidak hanya pada perempuan, tapi pada bangsa dan negara. Oleh karenanya, KAMMI mendorong meningkatnya keterpilihan aleg perempuan yang berkualitas. Kita bisa bersinergi karena permasalahan tidak mungkin ditangani sendiri oleh pemerintah.” pungkas Revi, yang dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman untuk bersama menjadi anggota legislatif yang membela rakyat khususnya perempuan, anak dan keluarga.

Leave a Reply

Close Menu