fbpx

KAMMI: Refresif Aparat Bentuk Penghianatan Terhadap Rakyat

KAMMI: Refresif Aparat Bentuk Penghianatan Terhadap Rakyat

Indonesia kembali dirudung duka, setidaknya ada 6 orang yang sudah terkonfirmasi meninggal disebabkan penembakan apparat yang tidak bertanggungjawab dalam mengamankan demonstrasi. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia menilai perbuatan apparat sudah melewati batas dan malah hanya memperkeruh suasana.

ketua bidang kebijakan public PP KAMMI Deni Setiadi melihat adanya sinyal keributan dan perpecahan bersumber dari apparat. menurutnya apparat bagaimanapun kondisinya tetap harus mengedepankan ruang dialog bukan membusungkan senjata. “Masyarakat punya hak menyampaikan pendapat, jangan dihalang-halangi” tegas Deni

Apalagi banyaknya pelarangan oleh kepolisian di daerah-daerah yang menahan masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasinya ke Jakarta. salah satunya Polda Jatim telah mencegah 1.700 massa yang hendak ke Jakarta untuk bergabung dengan aksi 22 Mei. Pencegahan melalui sweeping yang dilakukan di beberapa titik. bagi Deni telah melanggar undang-undang. “Seharusnya kepolisian ikut kawal sampai warganya tiba di Jakarta, bukan melarangnya.”

selain itu, deni menyayangkan pernyataan kapolri yang mengatakan ada kelompok bayaran dalam aksi yang berlangsung sejak kemarin. “ini hanya bentuk pelepasan tanggung jawab aparat setelah melakukan tindakan refresif yang menimbulkan banyak korban.” ujar deni

maka dari itu, PP KAMMI menyampaikan beberapa point tentang sikap kammi terhadap kondisi hari ini. 1) KAmmi menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan damai dalam menyamopaikan aspirasinya, jangan mudah diprovokasi. 2) kammi meminta kepada aparat keamanan untuk tidak melakukan tindakan refresif yang dapat berdapak perpecahan saat menghadapi masa aksi.

Selanjutnya, 3) KAMMI mengintruksikan kepada seluruh kader untuk tetap berada ditengah-tengah masyarakat dan menjadi bagian penting guna mengamankan aksi agar tetap damai dan tetap ikuti sesuai arahan komanda Pengurus Pusat KAMMI..

Leave a Reply

Close Menu