fbpx

Wawancara Eksklusif : Kader KAMMI Menjadi Peserta Delegasi Asean Young Leader Training Program (AYLTP) di Beijing dan Guangxi 2019.

Wawancara Eksklusif : Kader KAMMI Menjadi Peserta Delegasi Asean Young Leader Training Program (AYLTP) di Beijing dan Guangxi 2019.

KAMMI.ID – Azka Noviani Zahratillah atau Azka, mungkin nama ini tak asing untuk sebagian Besar mahasiswa yang bernaung di bawah gerakan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan pada kali ini saya berkesempatan mewawancari kak Azka yang menjadi duta KAMMI dalam Asean Young Leader Training Program (AYLTP) di Beijing dan Guangxi 2019.

P : Assalamu’alaikum kak Azka gimana kabarnya?

A: Wa’alaikumussalam Warohmatullah,, Alhamdulillah sehat, dk.


P: “Ka mau nodong langsung nih he, ceritain sedikit tentang kakak dan gimana caranya sampe kakak bisa jadi delegasi di AYLTP ? ”

A: “sedikit ya, saat ini amanah kakak Sekretaris Bidang Ekonomi Kreatif Pimpinan Pusat KAMMI, Kakak dari Riau. Awalnya bisa ikut AYLTP ini karna ada woro woro dari ketua umum dan di grup EKRAF PP. Beliau tanya siapa nih yang TOEFLnya udah 500 dan siapa nih yang lagi merintis usaha atau punya usaha untuk ikut AYLTP ini. Karena AYLTP ini fokusnya di bidang enterpreneur jadi nyambung dong dengan ekonomi kreatif, jadi kakak tertarik dan kebetulan kakak sudah memenuhi 2 syarat tersebut. Akhirnya kakak daftar dan diminta buat essay setelah itupun kakak mengikuti tahapan seleksi yang lainnya termasuk nulis Essay Bahasa Inggris yang bertahap tahap. Dan alhamdulillah kakak lolos, termasuk ke dalam 10 Besar delegasi se-Indonesia yang terpilih.


P: ” 10 besar itu utusannya darimana saja kak?”

A: “Kalau yang mewakili organisasi hanya kakak dari KAMMI dan 1 dari PMII sementara yang lainnya itu utusan individu dari kampus kampus lain seperti UII BINUS dll.”


P: “Kapan dan siapa sih ka penyelenggara AYLTP ini?”

A:”Jadi AYLT ini dilakasanakan selama 28 hari dibulan ramadhan kemarin dan yang menyelengarakan program ini adalah ALL China Youth Federation, Semacam komite pemuda pemerintahan China. Jadi di Agenda ini mereka mengundang 10 outstanding youth representative dari seluruh negara yang ada di Asia Tenggara.


P:”Lalu agendanya itu apa saja kak ?”
A: “ok jadi selama 28 hari itu agendanya full dari pagi sampai malam secara umum agendanya itu ada lecture atau kuliah yang diisi oleh profesor-profesor terbaik dari berbagai universitas ternama yang ada di china katanya ya. Lalu ada visit, praktek, ada pagelaran budaya juga, trus ada deliver speech. Visit ini ada berbagai macam ada visit desa, visif industri, visit industri hiburan semacam ancol ya, ada presentasi juga terus kita disana bertemu para CEO sharing pengalaman bareng mereka serta mengandiri undangan. Seperti di Beijing Kita juga di undang di Conference on Dialogue of Asian Civilizations dimana Kita berkesempatan untuk bertemu dan ngobrol dengan youth dan pejabat dari Negara-Negara Asia. Terus di akhir program kita juga punya tugas untuk buat paper.”


P: “Dari semua agenda itu, agenda apa yang paling berkesan buat kakak?”

A: “Bagi kakak every singgle time disana itu berkesan, alhamdulillah happy karena tahun ini punya pengalaman Ramadhan yang baru buat kakak, dengan agenda yang cukup padat, puasa selama 20 jam Sehari, kadang Kita Cuma punya waktu ifthar yang singkat Karena habis ifthar masih ada Agenda lagi, jadi Muslim yang minoritas, ini pengalaman yang menarik.
Disana, kaka juga melihat secara langsung gimana karakter orang China yang hobinya adalah kerja keras.Terus kakak juga senang saat diajak visit Forbiden City, Forbidden City ini adalah kota yang dahulu hanya untuk keluarga kerajaan di masa Dinasti Ming dan Dinasti Qing yang terlarang untuk dimasuki orang biasa namun sekarang sudah terbuka untuk pariwisata. Kenapa kota ini menarik? Karna disini kakak menemukan jejak Laksamana Cheng Ho. Laksamana Cheng Ho ini adalah seorang Muslim dan Kasim Kepercayaan di Masa Dinasti Ming. Cheng Ho pernah memimpin ekspedisi Bahari ke Nusantara dengan damai, memberikan sentuhan untuk Budaya di Indonesia, bahkan juga punya peran untuk menyebarkan Islam di Indonesia. Dan luar biasanya kapal- kapal laksamana cheng ho ini 20x lebih besar dari kapalnya Columbus saking besarnya kapal-kapal ini ketika berlayar terlihat seperti pulau-pulau yang berjalan. Kebayangkan gimana kerennya laksamana Cheng Ho ini.Trus kakak juga senang ketika mengunjungi Tembok Besar China. Selain mendakinya sekaligus menchallenge diri “masih kuat ga nih puasanya” mendakinya juga ada rasa ngilu tersendiri, sekitar 4000 hingga 1.000.000 orang meninggal untuk membangun Great wall of China yang di bangun selama 2000 tahun ini.
Hal menarik lainnya masih banyak, kakak suka ketika dapet kuliah tentang Poverty Alleviation sekaligus di ajak ke Desa yang jadi Contoh Poverty Alleviation nya. Ketemu dan belajar langsung dengan Para CEO juga asik..Visit industri – industri di China juga seru, baik itu industri dalam bidang kebutuhan pangan maupun industri di bidang Inovasi Teknologi, apalagi Industri Penyelamatan Lingkungan, Karena China punya sejarah panjang kerusakan lingkungan yang parah juga Kan, di samping itu Salah satu Costumer nya juga Ternyata Salah satu pabrik kertas di Kabupaten Siak, tempat tinggal Saya.


P:”Masyalallah lalu setelah kakak mengikuti AYLT ini apa nih yang ingin kakak lakukan?”

A: Sederhananya. I need to earn much money, Biar bisa lanjut study, bisa nolongin banyak orang di sekitar kakak, dan biar bisa punya Industri sendiri. Untuk ngumpulin modal, kerja yang baik dulu sambil menseriusi bisnis yang sedang kakak lakukan. Then I want to do Empowerment, Oh Iya, kakak juga sedang membuat sebuah komunitas Industri Kreatif berbasis budaya yang Insya Allah goal nya ingin membuat produk yang di Eksporkan, khususnya ke China dan Asean ya. Trus kalau di KAMMI, jumlah pengusaha KAMMI se Indonesia udah pernah di data oleh Ekraf, tinggal pemberdayaannya. Mengembangkan Industri kreatif berbasis budaya yang sektor nya sangat luas ini, seperti seni, kerajinan bahkan Perikanan, sangat berpeluang untuk di berdayakan di Kammi. Karena ketika ekonomi Kreatif di kombinasikan dengan budaya, hal Seperti ini Mahal dan ga bisa di imitasi.


P: “Ngomongin kader nih ka, menurut kakak apa si yang bisa dilakukan kita generasi muda dalam memajukan ekonomi indonesia atau enterprenership ini?”

A: ” Menurut kakak yang bisa kita lakukan adalah be enterpreneur with global orientation, jangan takut mencoba dan belajar hal baru termasuk pembaruan di bidang teknologi. Lakukan modernisasi yang sesuai dengan Ke Indonesia an. Modernisasi yang tidak menghilangkan mata pencaharian Rakyat Kecil, tapi membantu menemukan Sumber pencaharian mereka, seperti inovasi di Agriculture misalnya, dll.
Kakak juga belajar 1 hal baik dari China. Mereka itu punya budaya riset sebelum melakukan project apapun, termasuk Bikin usaha juga mereka riset dulu. Disisi lain mereka membangun konektivitas antara science dan dunia real. Yang Terkadang Kita sering Temukan Gap in turning science into reality.


P: “Wah semoga kita bisa menirunya ka. Oh ya ini pertanyaan terakhir ka. Selama kakak mengikuti program AYLTP teman-teman kakak dari negara lain khususnya china mereka tahu gak sih tentang ramadhan, dan apa sih pandangan mereka pada islam?”

A:” Wah ini pertanyaan menarik banget nih, ya selama disana teman-teman kakak yang dari china dan asia tenggara lainnya mereka sering tuh tanya-tanya tentang Islam, tentang ramadhan itu apa..trus kita itu ngapain aja selama ramadhan…dan kita gak makan dan minum dari jam brapa sampai jam berapa… Kenapa pake hijab… pake hijab panas ga?… kalo punya suami apakah pake hijab juga… HaHahah… knya banyak banget yang mereka tanyain dan ternyata kita disana itu bisa jadi duta islam yang menerangkan ramadhan itu apa..kita ngapain aja…trus islam itu gimana dll. Alhamdulillahnya banyak yang apreciate tentang islam dan katanya Laoshe dari China nya, AYLTP ke 54 ini adalah Delegasi Indonesia terbaik yang pernah ada karna katanya sii kitanya keren-keren.


P: “Ada hal unik ga kak yang kakak alami bareng teman-teman dari indonesia ini?”

A: “Ada, jadi ceritanya waktu itu Kita dapet banyak kuliah tentang Understanding China, apa itu China, gimana kondisi geografi China, gimana penduduk China, hubungan yang mereka Bangun Antara China dan Asean, apa sistem pemerintahan China, dimana mereka Cuma punya satu Partai yaitu Komunis. Lalu kita nih dari indonesia meski ga semuanya Muslim, setiap speech dan presentasi Kita ga sengaja kompakan untuk mendeklarasikan atau memperkenalkan Indonesia yang memiliki populasi Muslim Terbanyak di Dunia yang lebih Dari 90% dan Kita hidup Aman berdampingan dengan agama dan kepercayaan lain, begitu pun juga Budaya Kita yang sangat beragam, Kita tetap satu. Bhinneka Tunggal Ika, Unity in Diversity. Semoga hal ini bisa jadi contoh, untuk Asean maupun China.


P: ” Kasih 1 kalimat ka untuk AYLT ini”

A:” hm… Apa yah… Ok 1 kalimat buat AYLT ini adalah _kan-ku-aplikasikan Sepenuhnya Indonesia_


P :” keren, ada pesan lain kak yang ingin kakak sampaikan sebelum wawancara ini ditutup?”

A: ” hm.. Baca terus KAMMI.Id ya biar update dan makin cinta sama KAMMI. Dan tunggu juga buku serta essay kakak yang inshaallah akan segera terbit.”


P: “Asyiap kak he, trima kasih atas waktunya ka azka semoga sukses selalu”

A: sama sama de, see you on top
Itulah wawancara kak Azka yang menjadi duta KAMMI dalam Asean Young Leader Training Program (AYLTP) di Beijing dan Guangxi 2019. Semoga menginspirasi kita untuk Go Internasional.

Author : Rian Amani (MPD Kuningan)

Leave a Reply

Close Menu