fbpx

PP KAMMI: Mendesak Komnas HAM Bentuk TPF Kerusuhan Wamena Dan DPR RI

PP KAMMI: Mendesak Komnas HAM Bentuk TPF Kerusuhan Wamena  Dan DPR RI

Jakarta, (25-9-2019). Peristiwa memilukan hampir bersamaan terjadi di 2 wilayah Indonesia yaitu Wamena Papua dan Kawasan DPR RI Jakarta. Kerusuhan Wamena Papua menyebabkan 28 orang meninggal, 70 orang luka-luka, 5.000 orang mengungsi di sejumlah lokasi pengungsian. Sedangkan di Jakarta 273 orang dan mayoritas adalah mahasiswa terluka dalam demontrasi berdarah di kawasan DPR RI. Pimpinan Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) melalui pernyataan tertulis yang disampaikan oleh Wakil Ketua Umum, Aza El Munadiyan mendesak Komnas HAM untuk membentuk tim pencari fakta di kerusuhan Wamena Papua dan Tindakan represif apara dalam aksi di DPR RI.

” Kerusuhan Wamena dan tindakan repfesif aparat dalam aksi demontrasi di DPR RI harus di usut secara tuntas. Komnas HAM harus membentuk tim pencari fakta dalam 2 kasus tersebut. Kejadian demi kejadian akan terus berulang apabila tidak ditemukan, ditangkap dan dipenjarakan orang-orang yang menjadi dalang kerusuhan-kerusuhan tersebut,” ungkap Aza.

“. Masih hangat dalam ingatan kita kerusuhan di Jayapura sebulan yang lalu, hingga kini masih terus berlangsung sebagai akibat dari tidak diselesaikan akar masalahnya dan ditangkap dalang dari provokator dan aktor intelektualnya. Kasus lain yaitu kerusuhan di Bawaslu RI pun tak jelas penyelesainya. Hanya perusuh bayaran yang ditangkap, otak intelektualnya bebas berkeliaran. Parahnya masyarakat yang tidak bersalah malah menjadi korban,” jelas Aza lebih lanjut.

” Kerusuhan demi kerusuhan akan terus terjadi apabila penegakan hukum tidak berlangsung secara terang benderang dan berkeadilan. Lebih-lebih bara permasalahan ekonomi bertemu dengan bensin kepentingan politik maka tak akan padam api perlawanan yang ditunggangi berbagai kepentingan,” jelas Aza.

” PP KAMMI dengan ini menyatakan mendesak Komnas HAM membentuk tim pencari fakta agar kerusuhan tidak terulang. PP KAMMI menuntut kepolisian untuk menegakan hukum bukan mempolitisasi hukum,” tutup Aza.

KAMMI merupakan organisasi mahasiswa yang lahir ketika reformasi yang terus konsisten memperjuangankan cita-cita reformasi.

Sumber gambar : www.arahkita.com

Leave a Reply

Close Menu