fbpx

Diaspora KAMMI Ingin Uji Gagasan Para Calon Ketua Umum Sebelum Muktamar

Diaspora KAMMI Ingin Uji Gagasan Para Calon Ketua Umum Sebelum Muktamar

ANKARA – Menjelang perhelatan Muktamar ke-XI KAMMI yang akan diadakan di Jawa Timur pada 11-15 Desember 2019 mendatang, memunculkan respon yang beragam dari diaspora KAMMI yang berada di luar negeri. Salah satunya adalah para aktivis KAMMI Turki yang mempertanyakan bagaimana kesiapan para kandidat ketua umum menghadapi agenda nasional tersebut.

Ketua Majelis Pertimbangan KAMMI Turki, Adhe Nuansa Wibisono, meragukan apakah ada kandidat ketua umum KAMMI yang memiliki perspektif global terkait ekspansi diaspora KAMMI melalui siaran persnya pada Jumat (15/11/2019).

“Saat ini jaringan diaspora KAMMI sudah tersebar di sekitar 14 negara di seluruh dunia dan terdapat 4 cabang luar negeri aktif yaitu di Turki, Malaysia, Rusia dan Saudi Arabia. Patut ditanyakan apakah para calon ketua umum yang akan berlaga ini punya concern terhadap diaspora KAMMI?”, ungkapnya.

“Program-program apa yang akan ditawarkan oleh para calon ketua umum terkait perkembangan jaringan luar negeri KAMMI ke depannya? Apakah mereka sudah berpikir sampai ke sana?”, kata Wibisono.

Mahasiswa doktoral Polis Akademisi Turki tersebut juga menjelaskan bahwa diaspora KAMMI di luar negeri tidak mengetahui siapa saja kandidat yang akan maju karena minimnya kampanye dan informasi.

“Selama ini teman-teman diaspora tidak tahu siapa saja calon yang akan maju dalam muktamar nanti. Kami tidak mengetahui visi-misi dan program apa saja yang akan ditawarkan para calon tersebut di muktamar”.

Wibisono kemudian menegaskan perlunya mindset baru dalam memandang gerakan KAMMI ke depan. “Saya melihat dalam muktamar kali ini KAMMI perlu membuka mindset baru, perlu adanya shifting gerakan terkait dunia global dan era 4.0”, tutupnya.

Sementara itu, Amar Ma’ruf, Ketua Umum KAMMI Turki, menegaskan bahwa para calon ketua umum harus terlibat aktif dan berinteraksi dengan para diaspora KAMMI di seluruh dunia.

“Di zaman serba digital seperti ini teknologi dapat menghubungkan semua orang. Melalui platform digital yang ada para calon ketua umum harus bisa berinteraksi dan bertukar gagasan dengan semua anggota KAMMI di seluruh dunia”, kata mahasiswa doktoral Akdeniz University tersebut.

Amar kemudian mengusulkan ide debat online terbuka untuk para calon ketua, “Saya harap Pengurus Pusat KAMMI bisa memfasilitasi debat online calon ketua umum yang juga melibatkan para diaspora KAMMI di berbagai negara sebagai panelis. Kami ingin mendengar dan menguji langsung gagasan apa yang ditawarkan para calon ketua untuk kemajuan KAMMI kedepannya”.

“Usia KAMMI sudah 21 tahun, sudah tidak muda lagi. Kita ingin muktamar kali ini melahirkan pengurus baru yang serius memikirkan penguatan konektivitas antar kader KAMMI baik di dalam maupun luar negeri”, pungkasnya.

Leave a Reply

Close Menu