fbpx

KAMMI Minta DPR dan Pemerintah Hentikan Pembahasan Omnibus Law

KAMMI Minta DPR dan Pemerintah Hentikan Pembahasan Omnibus Law

JAKARTA (Kammi.id) – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia meminta DPR RI tidak melanjutkan pembahasan RUU Cipta Kerja. Menurut Elevan seharusnya DPR dan pemerintah fokus membuat kebijakan untuk menangani penyebaran Covid-19.

“DPR dan pemerintah harusnya lebih peka dengan kondisi masyarakat saat ini di tengah covid-19, bukan malah melanjutkan pembahasan Omnibus Law. Untuk itu kami meminta pembahasan omnibus tidak dilanjutkan” kata Ketua Umum PP KAMMI Elevan Yusmanto dalam keterangan tertulisnya, Minggu 05/04/2020).

“DPR dan pemerintah
harusnya hadir bersama rakyat dan membuat kebijakan yg bagus, jangan sampai ini jadi pertanda bahwa DPR dan Pemerintah bersekongkol dan tidak peduli dengan penderitaan masyarakat” tambahnya.

Elevan Yusmanto menegaskan bahwa Omnibus Law merupakan kejahatan penguasa terhadap rakyat, pekerja, konstitusi, tata kelola pemerintahan hingga lingkungan hidup.

“Ada banyak norma hukum yang dilanggar, ada banyak sekali pihak yang dirugikan dan ada banyak hal yang akan dirusak oleh Omnibus Law,” ujar Elevan dalam orasinya.

Elevan menyebut PP KAMMI telah melakukan kajian dan merangkum beberapa hal bermasalah dalam RUU Cipta yang memberikan karpet merah bagi penumpang gelap oligarki di lingkaran pemerintah.

Dari aspek ketenagakerjaan, menurut KAMMI buruh akan amat dirugikan dengan kontrak kerja bermasalah, waktu kerja rksplotitatif, PHK dipermudah serta hilangnya sanksi pidana bagi pengusaha.

Selain itu, tambah Elevan, kebebasan pers terancam dikebiri, lingkungan hidup makin akan dirusak tata kelola pemerintahan makin mengalami sentralisasi jika Omnibus Law disahkan.

“Oleh karena itu, KAMMI menuntut Pemerintah mencabut RUU Cipta Kerja dari DPR RI, KAMMI menolak segala hal yang ada dalam RUU Cipta Kerja tanpa kompromi, dan KAMMI minta ke depan Pemerintah melibatkan seluruh stakeholder dalam setiap penyusunan Undang-undang serta memberikan kemudahan akses informasi,” tandas Elevan.

Leave a Reply

Close Menu