fbpx

PP KAMMI Minta Kementerian Pertanian Bertindak Mitigasi Bencana untuk Peternakan rakyat

PP KAMMI Minta Kementerian Pertanian Bertindak Mitigasi Bencana untuk Peternakan rakyat

Jakarta – Dalam beberapa bulan terakhir indonesia dalam keadaan berduka tercatat sudah ratusan bahkan ribuan orang terdampak oleh bencana banjir di kalimantan selatan, gempa di sulawesi barat, erupsi di gunung merapi dan gunung semeru dan longsor di beberapa titik di indonesia. Ini merupakan peringatan bagi masyarakat dan pemerintah indonesia agar tetap sigap dalam penanganan dan penanggulangan bencana di masa yang akan datang.

“Dalam kondisi seperti ini dampak dari bencana bukan hanya di rasakan oleh masyarakat indonesia namun juga di rasakan oleh industri peternakan dalam skala besar hingga skala peternakan rakyat” kata Wakil Ketua Umum PP KAMMI, Muhammad Fahmi Idris (08/02/2020)

Tercatat pada bencana banjir kalimantan selatan 1.900 ekor sapi, 88 ribu ekor, ribuan ayam petelur terdampak dan kerugian ditaksir bisa mencapai Rp 8,3 miliar, belum kita menghitung dampak bencana gempa sulawesi barat yang memiliki kawasan industri ternak sapi potong.

Fahmi menambahkan “Saat ini aktifnya lagi kubah lava pada gunung merapi mengingatkan pada kejadian erupsi di tahun 2010, tercatat pada data bps kabupaten sleman terjadi pengurangan besar terhadap populasi beberapa komoditas peternakan. pada data BPS 2009 sapi perah yang tercatat ada 5.265 ekor dan berkurang menjadi 2.967 ekor di tahun 2010, dan untuk kambing di tahun 2009 BPS mencatat ada 34.908 ekor dan terjadi penurunan menjadi 31.837 ekor di tahun 2010 dan juga terjadi penurunan yang cukup signifikan pada populasi ternak domba yaitu dari tahun 2009 yang tercatat ada 69.778 ekor dan menurun menjadi 64.853 ekor di tahun 2010”.

“Penurunan populasi yang terjadi pada beberapa komoditas peternakan yang ada di kabupaten sleman di tahun 2010 merupakan dampak yang di alami oleh industri peternakan yang di sebabkan oleh erupsi merapi pada 2010 silam, apalagi pada tahun itu daerah sleman merupakan salah satu sentra industri susu sapi di indonesia sehingga mempengaruhi stock susu pada tahun tersebut, bahkan hingga tahun 2019 tercatat populasi sapi pernah hanya mencapai 3.823 maka dapat di simpulkan bahwa pasca bencana erupsi gunung merapi daerah sleman, DIY belum terpulihkan seperti sedia kala. Sehingga perlunya adanya mitigasi yang baik untuk penanggulangan bencana khususnya untuk hewan ternak yang ada di kawasan rawan bencana” tambahnya.

Muhammad Fahmi Idris S.Pt sebagai Wakil ketua umum KAMMI secara tegas meminta Kementrian Pertanian bersama BNPB untuk mendata populasi ternak yang ada di kawasan rawan bencana dan melakukan mitigasi bencana untuk penanggulangan dampak bencana terhadap Hewan Ternak yang ada di kawasan rawan bencana di seluruh indonesia agar stabilitas produksi komoditas peternakan di indonesia terjaga dengan baik.

Terakhir fahmi menambahkan “Seharusnya dalam kondisi seperti ini menteri Pertanian bapak syahrul yasin limpo menaruh perhatian lebih terhadap peternak dan petani yang ada di kawasan rawan bencana, karena merekalah yang hari ini merasa khawatir terhadap hajat hidup mereka di masa depan”

Leave a Reply

Close Menu