PP KAMMI Audiensi dengan Menteri Lingkungan Hidup, Dorong Muslim Green Leadership dan Taubat Ekologis

JAKARTA — Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) melakukan audiensi dengan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, untuk membahas penguatan peran generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan serta menyampaikan program Muslim Green Leadership.
Dalam audiensi tersebut, PP KAMMI menyampaikan gagasan Muslim Green Leadership sebagai gerakan pembentukan kepemimpinan muda Muslim yang memiliki kesadaran ekologis, kepedulian terhadap lingkungan, serta mampu mendorong perubahan perilaku dan aksi nyata di tengah masyarakat.
PP KAMMI memandang persoalan lingkungan bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga berkaitan dengan karakter, moral, dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi. Karena itu, kesadaran ekologis perlu dibangun di kalangan generasi muda melalui pendidikan, gerakan sosial, dakwah, serta aksi nyata.
Ketua Umum PP KAMMI, Ahmad Jundi Khalifatullah, menyampaikan bahwa KAMMI siap menjadi bagian dari gerakan kolaboratif dalam membangun generasi muda yang memiliki kepemimpinan ekologis.
“Kami ingin menghadirkan Muslim Green Leadership sebagai ikhtiar membangun generasi muda Muslim yang tidak hanya kuat secara iman dan intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Menjaga bumi adalah bagian dari amanah kekhalifahan manusia,” ujar Ahmad Jundi.
Dalam pertemuan tersebut, PP KAMMI juga menyampaikan undangan kepada Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat untuk menghadiri Muktamar PP KAMMI ke-XIV di Ambon, Maluku, dengan tema “Kontribusi KAMMI untuk Kejayaan Negeri.”
Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat mengapresiasi perhatian dan inisiatif PP KAMMI terhadap persoalan lingkungan. Ia juga membuka ruang kolaborasi antara KLH/BPLH dan KAMMI, khususnya dalam membangun kesadaran lingkungan di kalangan mahasiswa dan generasi muda.
Ajakan kolaborasi tersebut sejalan dengan penekanan Menteri Jumhur bahwa persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah sendiri dan membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
Dalam audiensi, Menteri Jumhur juga menyerukan pentingnya “taubat ekologis”, yaitu perubahan kesadaran dan perilaku manusia untuk kembali menjaga keseimbangan alam serta meninggalkan berbagai tindakan yang merusak lingkungan.
Bagi PP KAMMI, gagasan taubat ekologis memiliki relevansi kuat dengan nilai-nilai keislaman. Menjaga lingkungan merupakan bagian dari amanah manusia kepada Allah SWT. Karena itu, krisis lingkungan perlu dijawab tidak hanya dengan regulasi dan teknologi, tetapi juga dengan perubahan cara pandang, gaya hidup, dan tanggung jawab moral.
“Pesan taubat ekologis yang disampaikan Menteri menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan harus menjadi bagian dari kesadaran dan kebiasaan hidup. KAMMI siap mengambil bagian dalam membangun kesadaran tersebut di kalangan anak muda,” kata Ahmad Jundi.
PP KAMMI berharap audiensi ini menjadi awal dari kerja sama konkret antara pemerintah dan gerakan mahasiswa dalam pengembangan pendidikan lingkungan, gerakan mahasiswa hijau, pengelolaan sampah, kampanye gaya hidup berkelanjutan, serta penguatan kepemimpinan ekologis di kalangan generasi muda.
Melalui semangat “Kontribusi KAMMI untuk Kejayaan Negeri”, KAMMI menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kontribusi nyata bagi Indonesia, termasuk menjaga lingkungan hidup sebagai amanah dan warisan bagi generasi mendatang.
