PP KAMMI Utus Delegasi ke Simposium Internasional PPI Dunia ke-18 di Mesir

KAIRO, MESIR — Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) mengutus Azmi Putra Gayo dan M. Nubair Dzamallaqi sebagai delegasi pada Simposium Internasional Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia ke-18 yang diselenggarakan di Kairo, Mesir, 19–22 September 2026.
Keikutsertaan dua delegasi PP KAMMI tersebut merupakan tindak lanjut dari undangan PPI Dunia kepada PP KAMMI untuk berpartisipasi dalam forum tahunan yang mempertemukan pelajar dan mahasiswa Indonesia dari berbagai negara.
Sebelumnya, Ketua Umum PP KAMMI Ahmad Jundi Khalifatullah, didampingi Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PP KAMMI Ridwan, menerima audiensi PPI Dunia di Jakarta pada Jumat, 28 Agustus 2026. Dalam pertemuan tersebut, PPI Dunia mengundang Ahmad Jundi Khalifatullah sekaligus membuka ruang partisipasi bagi anggota KAMMI sebagai delegasi SI PPI Dunia 2026.
Digelar di Kairo, Simposium Bahas Kontribusi Pelajar Indonesia untuk Masa Depan
SI PPI Dunia ke-18 resmi dibuka melalui Grand Opening pada Sabtu, 19 September 2026, di Al-Azhar Conference Center, Nasr City, Kairo.
Grand Opening mengangkat tema “Kolaborasi Pelajar Dunia Menuju Masa Depan Indonesia yang Tangguh dan Berkeadilan.” Pada pembukaan tersebut, PPMI Mesir melaporkan kehadiran 65 delegasi PPI dari berbagai kawasan dunia. Dalam perkembangan rangkaian kegiatan berikutnya, jumlah jejaring PPI yang terlibat disebut mencapai 68 PPI negara.
Sejumlah tokoh Indonesia dan Mesir turut hadir dalam rangkaian pembukaan, di antaranya Ketua Panitia SI PPI Dunia ke-18 Luqman Perdana Putra, Presiden PPMI Mesir 2026/2027 Wildan Akbar Fathurrahman, Koordinator PPI Dunia 2025/2026 Andika Ibrahim Nasution, Penasihat Grand Syeikh Al-Azhar Urusan Mahasiswa Asing Prof. Dr. Nahla Shabry Al-Saidi, Rektor Universitas Al-Azhar Prof. Dr. Mahmoud Seddik Hasan, serta Wakil Grand Syeikh Al-Azhar Dr. Hassan Khalil.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir Kuncoro Giri Waseso dalam sambutannya menekankan arti penting Kairo dalam sejarah diplomasi Indonesia. Ia mengingatkan bahwa Mesir merupakan salah satu negara pertama yang memberikan pengakuan terhadap kemerdekaan Indonesia.
Karena itu, penyelenggaraan SI PPI Dunia di Kairo tidak hanya menjadi forum pertemuan pelajar Indonesia, tetapi juga memiliki konteks historis dalam hubungan Indonesia dan Mesir.
Dari Jejaring Diaspora hingga Diplomasi Budaya
Rangkaian SI PPI Dunia ke-18 juga membahas sejumlah isu strategis, mulai dari energi, pendidikan, hingga kebudayaan.
Pada salah satu panel, forum membahas ketahanan energi global dan transisi energi yang berkeadilan serta berkelanjutan dalam perspektif Indonesia-Timur Tengah dengan menghadirkan Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Rizal Calvary Marimbo.
Isu pendidikan juga menjadi bagian pembahasan melalui panel “Optimalisasi Upaya Pemerataan Akses dan Peningkatan Kualitas Pendidikan Indonesia”, dengan menghadirkan Marhadi, S.E., M.Sc., Ph.D. dan Abdul Muta’ali, M.A., M.I.P., Ph.D. sebagai narasumber.
Pada agenda kebudayaan, tema yang diangkat adalah “Inventarisasi Budaya sebagai Instrumen Diplomasi, Revitalisasi Peradaban dan Identitas Bangsa.” Menteri Kebudayaan Fadli Zon hadir sebagai salah satu pembicara pada agenda tersebut.
Dalam forum tersebut, Fadli menyampaikan bahwa pelajar Indonesia di luar negeri memiliki posisi strategis dalam memperkuat diplomasi budaya. Ia menyebut sekitar 200.000 pelajar Indonesia berada di luar negeri, dengan hampir 20.000 di antaranya berada di Mesir.
Menurut Fadli, pelajar dapat berperan sebagai penghubung pengetahuan dan institusi, penggerak pertukaran pengetahuan, penyumbang pemahaman budaya, serta pembangun ekosistem pendidikan dan kebudayaan.
Pesan tersebut relevan dengan posisi PPI Dunia sebagai jejaring pelajar Indonesia yang tersebar di berbagai negara. Pengalaman akademik, jejaring internasional, serta interaksi dengan masyarakat dan institusi di negara tempat mereka belajar dapat menjadi modal untuk memperkenalkan Indonesia sekaligus membangun kerja sama lintas negara.
Delegasi KAMMI: Forum Global Harus Melahirkan Kolaborasi
Delegasi PP KAMMI Azmi Putra Gayo mengatakan bahwa keikutsertaannya dalam SI PPI Dunia memberikan pengalaman penting dalam melihat bagaimana pelajar Indonesia dari berbagai negara mempertemukan perspektif dan pengalaman mereka dalam satu forum.
“SI PPI Dunia memperlihatkan luasnya jejaring pelajar Indonesia di luar negeri. Masing-masing datang dengan pengalaman dan perspektif yang berbeda, tetapi forum ini mempertemukan semuanya dalam satu ruang untuk memikirkan kontribusi bagi Indonesia.”
Menurut Azmi, keberadaan berbagai PPI negara menunjukkan bahwa diaspora pelajar Indonesia memiliki potensi jejaring yang besar.
Sementara itu, M. Nubair Dzamallaqi menilai SI PPI Dunia memberikan perspektif yang lebih luas mengenai posisi pelajar Indonesia di luar negeri.
“Bagi saya, forum ini mengingatkan bahwa pengalaman belajar di luar negeri bukan hanya menjadi modal personal atau akademik. Pengetahuan, pengalaman, dan jejaring yang diperoleh juga memiliki nilai ketika dapat dibawa pulang dan dikontribusikan untuk Indonesia.”
Ia berharap hubungan antara organisasi kepemudaan di Indonesia dengan PPI Dunia dapat terus dikembangkan melalui berbagai bentuk kerja sama.
KAMMI Dorong Penguatan Diplomasi Kepemudaan
Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PP KAMMI Ridwan mengatakan bahwa pengiriman delegasi ke SI PPI Dunia merupakan bagian dari upaya KAMMI memperluas jejaring internasional sekaligus memberikan ruang bagi kader untuk belajar dari komunitas pelajar Indonesia di berbagai negara.
“PPI Dunia memiliki jejaring yang luas dan strategis. Bagi KAMMI, ruang seperti ini penting untuk mempertemukan pengalaman organisasi kepemudaan di Indonesia dengan pengalaman pelajar Indonesia yang berada di berbagai belahan dunia.”
Ridwan menilai diplomasi kepemudaan tidak hanya berlangsung melalui forum formal antarpemerintah, tetapi juga dapat tumbuh melalui interaksi dan kerja sama antarmasyarakat, organisasi kepemudaan, pelajar, mahasiswa, dan komunitas diaspora.
“Yang ingin kami dorong adalah bagaimana partisipasi dalam forum internasional tidak berhenti pada kehadiran. Ada pengetahuan yang dibawa pulang, jejaring yang dirawat, dan peluang kolaborasi yang dapat ditindaklanjuti.”
Menurutnya, keterlibatan dua delegasi KAMMI dalam SI PPI Dunia juga menjadi bagian dari komitmen PP KAMMI untuk membangun dan merawat jaringan internasional organisasi.
Dari Kairo untuk Indonesia
SI PPI Dunia ke-18 juga menghubungkan Kairo dan Luxor dalam rangkaian kegiatannya dengan membawa narasi “Menghubungkan Fondasi Masa Lalu (Old Kingdom) menuju Kejayaan dan Inovasi Masa Depan (New Kingdom).” Penyelenggara menempatkan forum tersebut sebagai ruang untuk mempertemukan gagasan dan memperkuat jejaring pelajar Indonesia di tingkat internasional.
Bagi PP KAMMI, keikutsertaan Azmi Putra Gayo dan M. Nubair Dzamallaqi menjadi bagian dari proses memperkuat kapasitas internasional kader sekaligus memperluas konektivitas organisasi dengan jejaring pelajar Indonesia di luar negeri.
KAMMI berharap komunikasi dan hubungan yang terbangun melalui SI PPI Dunia dapat dilanjutkan dalam bentuk kolaborasi yang memberikan manfaat bagi pengembangan kapasitas pemuda, pendidikan, penguatan jejaring internasional, serta kontribusi diaspora bagi Indonesia.
Dari Kairo, memperluas jejaring. Dari forum global, membawa gagasan. Untuk Indonesia, menghadirkan kontribusi nyata.
