Berita

Berkah Muktamar XIV KAMMI, Menaker Alokasikan 8.000 Kuota Pelatihan Vokasi untuk anak muda: Melanjutkan Pengabdian untuk Indonesia

HUMASPP KAMMI
Berkah Muktamar XIV KAMMI, Menaker Alokasikan 8.000 Kuota Pelatihan Vokasi untuk anak muda: Melanjutkan Pengabdian untuk Indonesia

AMBON – Muktamar XIV Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) di Ambon menjadi momentum membuka peluang peningkatan keterampilan bagi anak muda Maluku. Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli, menyampaikan kesiapan mengalokasikan 8.000 kuota pelatihan vokasi nasional untuk Maluku pada 2027, dengan memperhatikan pemetaan kebutuhan daerah.

Hal tersebut disampaikan Yassierli saat menghadiri pembukaan Muktamar XIV KAMMI di Auditorium UIN A.M. Sangadji Ambon, Jumat (30/10/2026).

“Alhamdulillah kita dipercaya Pak Presiden Prabowo untuk pelatihan vokasi nasional untuk 340 ribu orang. Kalau dibagi, harusnya Maluku dapat 8.000 sendiri. Ini angka yang besar,” ujar Yassierli.

Menurutnya, kuota tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis pelatihan sesuai kebutuhan daerah, mulai dari barista, bakery, operator, perbengkelan, mekanik, hospitality, hingga caregiver. Karena itu, pemerintah daerah perlu memetakan keterampilan yang dibutuhkan agar pelatihan selaras dengan peluang kerja yang tersedia.

“Sehingga Pemerintah Daerah harus bisa memetakan kebutuhannya apa. Dipetakan, minta kepada kami, 8.000 kita bisa alokasikan,” tegasnya.

Peluang tersebut memberi makna lebih bagi pelaksanaan Muktamar XIV KAMMI. Selain menjadi forum evaluasi dan regenerasi kepemimpinan, muktamar menjadi ruang mempertemukan semangat pengabdian kader dengan kebutuhan masyarakat, termasuk peningkatan keterampilan dan akses kerja bagi generasi muda.

Peluang Pemagangan bagi Lulusan Perguruan Tinggi

Selain pelatihan vokasi, Yassierli menyampaikan program pemagangan nasional melalui Kementerian Ketenagakerjaan bagi 150 ribu lulusan perguruan tinggi. Program ini berlangsung selama enam bulan dengan uang saku sebesar upah minimum.

“Namanya Magang Hub, 6 bulan belajar di industri, setiap bulan dibayar 3,3 juta uang saku. Ini kesempatan yang harus dimanfaatkan. Belajar langsung di perusahaan, membangun portofolio,” jelasnya.

Ia mendorong Pemerintah Daerah Maluku dan Pemerintah Kota Ambon untuk mengajak perusahaan setempat membuka kesempatan magang. Dengan demikian, anak muda Maluku memiliki lebih banyak pilihan untuk memperoleh pengalaman industri di daerahnya.

“Kalau tidak, nanti magang pilihannya di Jakarta. Kalau ke Jakarta saingannya berat. Daerah harus merespon ini,” tambahnya.

Yassierli juga menyampaikan bahwa Kemenaker telah mengompilasi sekitar 300 ribu lowongan kerja di seluruh Indonesia melalui platform SiapKerja, termasuk peluang kerja di luar negeri.

Dari Ambon, Melanjutkan Pengabdian

Pelaksanaan Muktamar XIV KAMMI yang berdekatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk memperkuat persatuan sekaligus memperluas peluang bagi generasi muda.

“Turut berbahagia saya bisa hadir di Muktamar KAMMI dan tidak tanggung-tanggung Muktamarnya di Kota Ambon,” ungkap Yassierli.

Dengan semangat “Ale Rasa, Beta Rasa” dan tema “Kontribusi KAMMI untuk Kejayaan Negeri”, Muktamar XIV KAMMI menjadi pengingat bahwa pengabdian organisasi perlu terus diwujudkan melalui manfaat yang dirasakan masyarakat.

Dari Ambon, pergantian kepemimpinan membawa harapan akan keberlanjutan kontribusi kader dalam menjawab persoalan bangsa. Peluang pelatihan dan pemagangan ini menjadi salah satu ruang bagi anak muda untuk meningkatkan kemampuan, membangun kemandirian, dan mengambil bagian dalam pembangunan.

Muktamar menjadi titik untuk memperbarui semangat, merawat kebersamaan, dan melanjutkan pengabdian untuk Indonesia.